DETECTIVES SCHOOL OF INDONESIA

Mens Vincit Omnia
 
IndeksP O R T A LCalendarGalleryFAQPencarianGroupPendaftaranLogin
The day has come, The Encounter of Light and Darkness, The Arrival of THE SWORD OF JUSTICE and THE FALSE MESSIAH !!! Daftarkan Tim kalian di DSI Battle Teams!!!

Share | 
 

 X File Mio Murder Case

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Guest
Tamu



PostSubyek: X File Mio Murder Case   Tue Dec 28, 2010 2:25 pm

"Tidak biasanya kamar tuan Mio dikunci" bisik Mochi "Apalagi dihari yang sepanas ini" Mochi menghela napas.
Seperti biasa, Mochi membawakan secangkir kopi susu dan semangkuk cemilan manis untuk Mio setiap jam 1 siang. Tuannya itu seringkali melupakan makan siang dan mengganti menu makan menjadi cemilan saja karena keasikan dengan hobi barunya , membaca novel novel detektif. Karena seseorang didalam kamar belum juga menjawab ketukan pintu, Mochi pun kembali ke dapur.
"loh ,kopinya tidak jadi diantar ?
" suatu suara yang lembut berkata. badannya berkeringat karena baru datang dari kebun.
"mau bagaimana lagi ,kamar tuan Mio dikunci. Kurasa tuan sedang tidur".
"oh begitu" kata Kuro "bukannya aku tadi melihat orang yang membuang air minum dari jendela kamar tuan yah, itu artinya ada orang didalam kamar, dan orang itu-entah tuan atau nyonya pasti tidak sedang tidur" Kuro menekan nekan jari telunjuknya yang kotor dan berdarah.
"tapi, tapi" kata Mochi "kenapa tidak membukakan pintu untukku, ini aneh. Apa Mungkin tuan Mio sedang tidak mau diganggu ya?, ah tidak , tidak mungkin. setidaknya dia bisa berkata 'Saya sedang sibuk' atau apalah. (Mochi diam sejenak) Kuro, entah kenapa perasaan ku benar benar tidak enak".
Laki laki berkeringat itu membasuh lukanya ,lalu mengambil handuk kecil untuk mengeringkan tangannya yang basah
"mungkin memang tidak mau diganggu" jawabnya ragu "Atau , suasana didalam sana, dikamar sedang... Ah lupakan. aku harus menyegarkan diri , nyonya Akemi telah salah menyuruhku mengurus bunga bunganya, aku kepanasan, benar benar tidak cocok menjadi tukang kebun sehingga tanganku tertusuk duri mawar".
"tu... tunggu, aku belum mengerti. maksudmu apa dengan suasana Didalam sana ?".
"satu jam yang lalu , nyonya akemi kan ..." kuro tidak meneruskan kalimatnya "Kau pasti tahu" seru Kuro yang menjauh menuju kamar mandi.
Sepuluh menit kemudian Mochi kembali mendatangi kamar Mio dengan membawa kopi yang tidak lagi panas. 'tuan Mio suka mendinginkan kopinya sebelum diminum, jadi tak masalah jika kubawakan kopi yang tadi itu' Mochi berkata. Pintu kamar Yang tadinya terkunci kini tidak lagi dikunci, kini terbuka sedikit. Mochi sedikit berbangga dengan tebakannya yang mengatakan bahwa Mio dan Akemi sudah tidak sibuk lagi sehingga pelayanan mengantar Kopi-nya hanya terlambat sebentar saja.
"tuan , Bolehkah saya masuk. saya membawakan kopi" seru Mochi, tangannya masih memegang pegangan pintu yang bulat keperakan itu. Masih Tidak ada jawaban. Apa memang tidak ada orang didalam ? Tanyanya kepada diri sendiri. Lalu ia memberanikan diri untuk masuk.
Didorongnya pintu itu dengan satu tangan.

Meski tergolong keluarga kaya ,Kamar Mio sangat sederhana dan kecil. tidak terdapat banyak perabotan didalamnya. hanya ada ranjang, kursi dan meja dengan banyak buku2 diatasnya. juga lemari pakaian , lemari hias ,meja kaca lengkap dengan alat untuk berdandan ,meja bundar yang kecil dan Perapian yang diatasnya ada lukisan suatu pemandangan.
Kamar itu sunyi ,tidak ada tanda tanda kehidupan sampai Mochi melihat kaki yang mencuat dari sisi kiri ranjang. hawa dingin langsung meresap ketubuh Mochi saat ia maju untuk melihat lebih jelas.
"oh tidak, :kaget: ya tuhan, " Nampan yang dibawanya terlepas dan jatuh. ia berteriak histeris ketika melihat KEDUA majikannya terbaring dan berdarah :bunuhdiri: Dalam keadaan tertusuk sebuah pisau , Mio menyemburkan darah dari mulutnya , badannya bergetar merinding. lalu ia menggeleng lambat, pandangannya berakhir ke sosok yang terbaring disampingnya, Akemi malang yang pucat. Ternyata ajal mio belum juga tiba , kematian seolah ditunda agar tetap menderita, dia membagi rasa sakitnya kepada Mochi lewat suara yang tidak jelas, rintihan yang amat sangat sakit. Entah apa yang mendorong Mochi, Mochi lalu mencabut pisau yang menancap di dada Mio...

[X] [F][I][L][E] [MIO MURDER CASE]

Spoiler:
 

Orang yang lagi lagi akan melakukan kejahatan ini mungkin ada diantara mereka :

Spoiler:
 

Entahlah kenapa, X melakukan hal yang berbeda pada kedua korban.
MIO ditemukan tewas dengan pisau yang masih tertancap didada. Darah segar masih mengucur keluar. menunjukan dia baru baru saja dibunuh. Disebelahnya , AKEMI terbaring tak sadarkan diri karena dibius .didekat tangan kanan Akemi terdapat sapu tangan berwarna biru yang agak basah dikarenakan cairan yang tidak salah lagi adalah obat bius.

#Ditemukan dikamar korban :

Spoiler:
 

Yumi mengambil telpon genggam Mio dan bergegas mencari sebuah nama di kontak untuk di hubungi setelah polisi. ia teringat pada pembicaraannya dengan Mio 2 hari yang lalu tentang seorang Detektif yang tinggal di daerah sekitar sini.... Dan Detektif hebat yang dibicarakan mereka didatangkan untuk menyelidiki.

Yumi baru 3 hari yang lalu diundang untuk datang kemari ,dia suka tempat ini, 'begitu damai' katanya.. Hari harinya lebih dinikmati untuk melihat pemandangan hutan kering dimusim ini , "aku keluar di siang hari untuk melihat binatang binatang yang ada dihutan dekat sini" tutur Yumi.
Mochi membenarkan pernyataan itu , Yumi memang sering keluar antara pukul 10 pagi sampai pukul 1 siang atau lebih.


Mantan polisi, Apple Acroyd telah melihat apa yang harus dilihatnya. Perapian , buku buku dan lain lain. Akemi yang terkulai lemah dan tidak sadarkan diri diangkat dan dibaringkan di kamar yang lain, yaitu kamar yang ditempati oleh Yumi selama ia menginap (bersebrangan dengan kamar mio). Sementara itu Mio Yang tewas dibiarkan begitu saja. Saat melihat mayat Mio dia melihat Noda darah yang membentuk huruf A itu lagi. "A untuk (...)" pikirnya. lalu ...Secara Tidak disangka sangka, Bagai seorang pemecah kode kelas lawak Sekarang dia membayangkan Ujung huruf A itu seperti tanda panah yang menunjuk ke suatu arah, JENDELA.. Detektif itu Berpaling untuk melihat keluar jendela. Disana terbentang Kebun bunga yang kurang terawat yang lebih indah jika tidak berada dimusim kering. Bunga mawar ditata membentuk jalan yang menyerupai hurup C , Dimana ujung bawah dari huruf C tersebut bertemu pintu dapur. lalu tiba tiba tatapan mata Apple menajam, samar samar dilihatnya tanda panah yang digores ditanah , disana , sebelum belokan ke kanan itu. Dan itu membuatnya penasaran. Apa yang ditunjuk oleh tanda itu ? Mayat lagi ? Apple bertanya tanya.
"Jika tanda panah itu menghasilkan petunjuk yang berhubungan dengan pembunuhan ini , pastilah pelakunya orang dalam. Kecuali tanaman tanaman itu dapat ditembus dari luar - dan - oh, ada pagar yang tinggi juga disisi sisi luarnya. Seseorang haruslah memanjat dan meninggalkan jejak dengan bekas tanaman yang terhenyak. aneh juga , pagar pagar itu ? Kebun bunga yang satu ini nampaknya tidak untuk diperlihatkan pada orang diluar. harus masuk rumah dan lewat pintu belakang untuk dapat melihatnya dengan jelas" Apple menerka nerka Pembunuhnya adalah orang dalam. Apple bergumam tidak jelas. Detektif itu berjalan cepat menuju pintu kemudian memandang Mochi dan Akemi. Ditunjuknya matanya sendiri dengan dua jari lalu mengarahkan jarinya kepada mereka berdua secara bergantian, tikitikitik.
"hah" Mochi dan Yumi menganga hebat.

Apple menarik pintu untuk keluar dari kamar ,
"oh" katanya. Dia berpapasan dengan kuro yang baru saja membuka pintu dihadapannya.
"Maaf ,Anda mau kemana , tuan ?".
"kebun mawar" jawabnya tegas. dia mengulangi lagi gerakan anehnya . Ditunjuknya kedua matanya dengan dua jari ,lalu tikitikitik.
"apa yang..."
Yumi bicara setelah bunyi blam "kupikir , orang yang satu ini aneh. --atau --atau bego" tambahnya "tidakkah seharusnya kita disuruh keluar dari kamar ini lalu kamar ini dikunci rapat rapat. atau menanya-nanyai kita ?. Apakah benar dia Orangnya. yang dikatakan Mio Detektif Hebat- mengecewakan menurutku" kata Yumi dengan nada merendahkan.
"dia datang tidak segera setelah ditemukannya kedua korban kan ?" kata Kuro "kenapa dia membiarkan kita disini ? Mungkin dianggapnya tempat ini tidak bersih lagi" kuro memandang Mochi. Apple hanya perlu menyusuri gang dan berbelok kekiri untuk dapat menemukan dapur . 'Saatnya menghampiri anak panah itu' kata Apple pada diri sendiri. Pintu belakang sudah terbuka sedari tadi. Di kebun bunga, Apple berjalan diantara bunga bunga mawar, berjalan terus kedepan lalu membelok kekanan , kini dia membelakangi jendela yang terlihat tinggi dari luar (jendela yang digunakan Apple untuk melihat kebun dari kamar Mio tadi). Dia berjalan maju lagi, kurang lebih 5 meter. Gambar anak panah berupa goresan di tanah sekarang ada didepan matanya, menunjuk ke kanan. Detektif muda berbakat itu pun meneruskan langkahnya.
"Bunga bunga dibagian sini tidak terawat" katanya "keriput semua. yang bagus hanya di dekat dapur itu. -ah , apa aku tadi menyebut keriput... loh loh" Dia terhenti, Mata detektif itu seperti terpaku, keringat bercucuran dan menetes dari wajahnya, dia sudah lupa ada korban yang telah ditikam di dada dan mengucurkan darah segar didalam rumah itu . Lalu Dia menunduk karena tertarik akan sesuatu yang ada dihadapannya.
"wah . Apa ini ?" :bingung: Apple bertanya tanya. tangannya menjulur. snip snip "ah sialan.
Kenapa aku baru sadar -tai kucwing. hampir saja ku injak" :heh: katanya geram.

Diujung jalan yang diapit bunga bunga mawar itu diletakkan oleh seseorang secarik kertas. Apple menemukannya ditindih oleh batu, tertutup dedaunan kering.
Marple telah mati ditanganku.
Ditempat inilah aku memutuskan untuk 'KEMATIAN' yang selanjutnya. Aku sama sekali tidak dapat menerima penghianatan. Aku ingin dia menderita . .
Sang Detektif sekali lagi membaca tulisan acak acakan itu.
"Marple ?, siapa dia ? Apakah seseorang bernama Marple pernah dikenal disini ? Apa tujuannya , kenapa si jahat ini memamerkan nama korbannya disini ? Marple , Marple ..."

KOTA PORYGON, enam bulan yang lalu.
Ditempat yang terlalu jauh dari desa. Di sebuah kantor bertingkat 2 dan tidak begitu besar, Seorang gadis tewas didalam ruangan atasannya. Mereka yang menjadi saksi mengaku mendengar suara gaduh dari luar tidak lama setelah sang atasan (orang yang meminta gadis tersebut ke ruangannya) keluar untuk buang air kecil.
"Diluar sedang sepi , perampok bisa dengan leluasa merampok , mudah , tidak ada yang melihat" Seorang detektif memastikan bahwa ini perampokan karena barang berharga di dalam ruang yang tidak begitu luas itu hilang. Tetapi detektif lainnya yang adalah temannya juga membisikkan bahwa "Orang Itu lah pembunuhnya" , ia membunuh Marple tanpa alasan yang jelas. Alasan yang tidak bisa diketahui jika tidak menelusuri siapa si pembunuh dan siapa sebenarnya si korban. Pendapat yang mengatakan bahwa sang ATASAN-lah pembunuhnya itu adalah pendapat detektif bernama Elliot Coil. ia hanya menyampaikan intuisinya satu kali. Lalu ia berlalu dengan alasan sakit perut. hasil akhir adalah diputuskannya kasus tersebut sebagai kasus Perampokan yang tidak diketahui siapa perampoknya.

Apple Acroyd masih mencoba untuk mengingat. dia yakin pernah mendengar nama itu dalam sebuah kasus , tapi yang mana ?.
"Sebenarnya , Mochi" kata Kuro "tadi aku melihatmu mencabut dan menusukkan pisau itu". Mochi terdiam
"kau benar" kata Mochi mengiyakan.
"Apaa ?Setan kamu !!" Yumi marah dan mendekat hendak menampar Mochi.
"tapi , bukan aku yang membunuhnya, sungguh. Demi tuhan" kata Mochi "aku sangat gugup saat itu , kupikir tuan Mio merintih karena pisau itu ada di.. dan aku membantunya, lalu aku sadar itu sama sekali tidak membantu, dan , dan aku menaruhnya lagi di dadanya, ma maafkan aku , aku memang tolol" mochi mengelap air matanya dengan tangan.
"baguslah, sidik jarimu akan menempel di pisau itu. dan kau akan berakhir di tiang gantung" kata Yumi dengan nada kesal.
"a aku mengelap gagang pisau licin itu dengan baju".
"kau !!".
"sudahlah, ada yang lebih kucurigai dibanding Mochi" kata Kuro.
"tolonglah , percaya padaku. Bukan aku. yang kukatakan tadi adalah benar. Jangan curigai aku" Mochi memohon. hening sesaat, pandangan Yumi tidak terlepas dari Mochi. Pintu dibuka , Detektif itu datang dengan menggenggam secarik kertas.
"apa yang barusaja anda lakukan ?" suara Yumi nyaring.
"saya menemukan petunjuk yang membuat saya penasaran.. Lalu menemukan ini" Detektif itu kemudian menunjukan kertas tadi ,melambai lambaikan lalu membacakan isinya. Yumi, Mochi dan Kuro tampak bingung.
"Adakah dari kalian yang tahu , siapakah Marple ini ?".
ketiga tiganya menggelengkan kepala.

Mula mula pecakapan yang bersifat terbuka. 4 kursi kayu diletakkan berkeliling . Yumi , Kuro , dan Mochi duduk diatas kursi itu.
"tuan" kata kuro "anda duduk terbalik".
"ah, sial" kata Apple. Dia membalikkan kursinya dan berhadapan dengan tembok. wajah Apple terlalu serius..
"astaga !!" kata Yumi sambil menepuk dahi, Yumi tidak menyukai Apple.
"ada beberapa hal yang harus saya ketahui.-- Ada dimana kalian saat sebelum jam 1 siang ?". tanya Apple sambil mengangkat kedua tangannya tinggi tinggi. Pertanyaan yang ditujukan Apple ke tembok itu memantul kesemuanya. Yumi berbicara lebih dulu dengan pasrah
"pukul 11 tadi saya keluar rumah, lalu kembali sekitar pukul 1 .yang saya tahu Mio dan Akemi masih terlihat sebelum saya pergi ke hutan". Kuro mengangguk
"Yumi memang keluar" kata Kuro "hm.. Satu jam yang lalu, Tuan Mio memanggil saya dan Mochi kekamarnya" ...

-SATU JAM YANG LALU-
Mochi dan Kuro bergegas menuju kamar tuannya. Saat itu Mio sedang membaca buku diatas meja. Mio tersenyum kepada mereka berdua yang berada diambang pintu
"Kemarilah , saya hanya memintamu untuk menyalakan perapian, Kuro" kata Mio "tolong ya !".
Sementara itu Mochi diminta untuk memanggil Akemi yang sedang berada dikebun. Akemi memang sering berada dikebun, dia suka sekali melihat bunga didepan pintu dapur alias pintu belakang, bunga bunga yang berada dideretan dinding rumah. Akemi hanya suka bunga dideretan itu. Kuro sudah selesai melakukan apa yang tadi diminta oleh tuannya. Lalu dia keluar ,di gang dia berpapasan dengan Mochi dan Akemi.
"kuro" seru Akemi "kalau tidak sibuk , lanjutkan memotong tanaman dan rumput rumput liar disekitar bunga ku ya !".
"baiklah" jawab Kuro manis. Mochi yang ikut diiringan Akemi mengira tuannya akan memintanya untuk melakukan suatu hal lagi ,namun dia beruntung karena dugaannya salah. Mio berterima kasih. Lalu Mochi melanjutkan pekerjaannya yang tidak begitu melelahkan di dapur. dia dapat melihat kuro yang berjuang memotong ranting dicuaca yang terik dan sangat panas, kuro mengeluarkan banyak keringat, dia hanya berkutak dibagian itu itu saja ,yaitu sekitar 2 meter dari pintu dapur. 'gunakan payung seperti nyonya akemi dong' Mochi berkata pelan. kata katanya memang tidak harus didengar oleh Kuro, dan itu bukanlah ide bagus. Tepat pukul 1 siang Mochi mengantarkan kopi dan menemui pintu kamar yang dikunci.

Semuanya diceritakan Mochi dan Kuro dengan jelas. Apple mengangguk lalu bertanya lagi
"setelah Akemi bertemu dengan Mio , bagaimana ekspresi wajah keduanya ?" tanya Detektif itu kepada Mochi.
"maaf ,Saya kurang memperhatikan" jawab Mochi.
"ow ow. tidak adakah keributan saat sebelum hari ini ?".
"setahu saya tidak ti..".
"maaf" Yumi menyela, "kemaren lusa , ditengah malam. Akemi dan Mio sepertinya bertengkar. tapi hanya ribut ribut kecil" jelas Yumi , lalu dia menambahkan bahwa dia tidak begitu yakin.
"saya juga mendengarnya" Kuro meyakinkan "nyonya Akemi terdiam saja saat tuan Mio marah malam itu, saya hanya mendengar suara -ya suara nyonya Akemi sesekali. Tapi, bukan pertengkaran serius menurut saya- ya memang hanya ribut ribut kecil".
Berikutnya , mereka dimintai keterangannya satu persatu. Dimulai dari Yumi , Kuro Lalu Mochi.

* "Saya tiba disini pada jam satu. lalu saya duduk-duduk di teras bersama anak kecil , tetangga sebelah. setelah beberapa lama lalu saya mendengar Mochi berteriak dan mendapati Kuro yang berdiri didepan kamar itu. Jujur saja , saya mencurigai Mochi, dia telah mencabut dan menusukkan lagi, ah maksud saya memasukkan lagi pisau itu ke tubuh Mio, kuro melihatnya..bukankah itu aneh .. dan lagi, dia menghapus sidik jarinya" kata Yumi. "Saya sudah tau tentang itu. saya mendengar pembicaraan kalian saat akan memasuki kamar. Maksud saya -- saya menguping. Saya masih belum... (. . .)
* "Saya berada dikebun , lalu ke kamar mandi dan langsung berlari ke kamar tuan Mio setelah mendengar jeritan.. Kalau anda menuduh Mochi, saya yakin anda salah. saya melihatnya yang terdiam terpaku lalu maju ke tempat tuan dan nyonya terbaring. Menurut saya bukan dia pelakunya. Saya malah curiga kepada. maaf- kepada ***** . Seseorang didalam sana menumpahkan air minum keluar" kata Kuro.
* "benar , saya yang menemukan korban. saya telah berlaku tolol sekali, maafkan saya" mochi menangis "saya sangat gugup waktu itu" kata Mochi. wajah Mochi yang tampak sangat menyesali perbuatannya itu membuat Apple jatuh hati. wajah sedihnya jauh lebih menarik daripada wajahnya yang biasa. entah kenapa Mochi terlihat lebih muda

Selanjutnya keterangan yang didapat tidak berbeda dari apa yang diketahui Apple sebelumnya. Hanya dapat tambahan bahwa Yumi adalah teman Mio yang belum begitu akrab dengan Akemi. Kuro yang baru 3 bulan bekerja. Mochi yang mendapati pintu yang sebelumnya terkunci lalu terbuka.
dan tidak ada yg mengenali pisau dan sapu tangan yang ada di TKP. Apple sempat mengecek Tubuh Mio sekali lagi, dan sepertinya tidak ada bekas jeratan ataupun memar bekas pukulan benda tumpul. Anak anak yang berbicara dengan yumi juga memberi kesaksian. katanya Yumi memang mengobrol dengannya sebentar. dia melihat Yumi datang dari arah hutan sebelum berbincang tentang hal hal gaje dengannya.

Lalu... Apple meminta mereka untuk meninggalkannya sendiri. Apple memejamkan mata. sosok gelap yang menulis huruf A dan tanda panah tergambar dalam pikirannya , surat surat berwarna, pisau yang menembus dan nama nama. lalu tiba tiba otaknya mulai mengingat sesuatu. Sekarang dia ingat siapa itu Marple yang belakangan diketahui adalah seorang korban yang telah dibunuh oleh orang yang sama dengan orang yang berulah disini.
"X file" Apple meloncat "ya-ya-kasus yang pernah dibicarakan seorang teman melalui facebook" katanya kepada diri sendiri. Lalu dia ingat teman lama , dalam pandangannya sosok kecil itu mengenakan baju SD dengan rambut acak acakan. 'ayoooow o_o' ia menyeret temannya yang lebih besar. 'temani aku ketoilet , jika aku sendirian aku bisa tewas terbunuh'.
"Elliot dengan rambut acak acakan dan aku yang lebih tinggi darinya. Saat itu kami Sedang ketakutan karena film pembunuhan" katanya sambil menyeringai. "Elliot mengetahui siapa orang yang telah membunuh Marple itu , rasanya aku yakin seperti itu .. aku.. aku.. akan menelponnya" .

Sementara itu, jauh disana, seorang remaja terbaring diatas ranjang. Seluruh Tubuhnya dibalut dengan banyak perban. Beruntung, perempuan yang manis ada bersamanya. "cepat sembuh ya," ujar wanita itu lembut. Matanya memandang Elliot yang tidak mampu bergerak sedikitpun.
"aku akan terus menemanimu disini. sayang ya kamu juga tidak dapat bicara.. Hm hm. Sebenarnya aku penasaran juga" wanita itu tersenyum dan menggaruk garuk kepalanya
"bagaimana bisa dirimu ditabrak toilet ?" =_=, nanti biar kubunuh paman toilet keliling itu.

-------------------------------------
Bunyi Bel membuat Apple terkejut. bergegas dia ke ruang depan. Disana didapatinya Kuro, Yumi dan Mochi yang sedang membukakan pintu.
dua orang lelaki dimulut pintu terlihat gelap karena menghalangi sinar matahari, Yang satu bersandar pada dinding, dan Satunya lagi wajahnya berhadapan langsung dengan wajah Mochi. "Terimakasih tuhan" puji Yumi. Wajah Apple masam mendengar kata kata yang bernada mengejek kepadanya itu Sementara itu wajah Mochi memerah karena tatapan si polisi putih nan Tampan. Adalah OCELLOT , seorang polisi dan dokter MAX yang kini datang untuk penyelidikan yang resmi. dibelakangnya ada beberapa orang polisi yang sedang makan jagung.
"kalian lama sekali" kata Apple lambat. Ocellot menilik ke arah Apple, lalu mendekatkan bibirnya ketelinga Mochi , wajah Mochi semakin merah.
"katakan padaku , ia terlihat bodoh sekali bukan?" bisik Ocellot kepada Mochi.
"ya , tapi gerakan gerakannya cepat sekali , se seperti kucing".

Spoiler:
 
Kembali Ke Atas Go down
Guest
Tamu



PostSubyek: Re: X File Mio Murder Case   Tue Dec 28, 2010 2:27 pm

aQ mw nanya npa pnjang btul Casenya ea.???
Kembali Ke Atas Go down
Guest
Tamu



PostSubyek: Re: X File Mio Murder Case   Tue Dec 28, 2010 2:34 pm

Case ini menarik untuk di solved, hanya orang2 yang benar2 berjiwa detective dan mempunyai rasa penasaran yang tinggi yang akan mampir ke case ini :kakaka:
Kembali Ke Atas Go down
Guest
Tamu



PostSubyek: Re: X File Mio Murder Case   Tue Dec 28, 2010 2:37 pm

aQ pnasaran sich dgn isinya...tpi bru bca sgni
Tidak biasanya kamar tuan Mio dikunci" bisik Mochi "Apalagi dihari yang sepanas ini" Mochi menghela napas.
Seperti biasa, Mochi membawakan secangkir kopi susu dan semangkuk cemilan manis untuk Mio setiap jam 1 siang. Tuannya itu seringkali melupakan makan siang dan mengganti menu makan menjadi cemilan saja karena keasikan dengan hobi barunya , membaca novel novel detektif. Karena seseorang didalam kamar belum juga menjawab ketukan pintu, Mochi pun kembali ke dapur.
"loh ,kopinya tidak jadi diantar ?
" suatu suara yang lembut berkata. badannya berkeringat karena baru datang dari kebun.
"mau bagaimana lagi ,kamar tuan Mio dikunci. Kurasa tuan sedang tidur".
"oh begitu" kata Kuro "bukannya aku tadi melihat orang yang membuang air minum dari jendela kamar tuan yah, itu artinya ada orang didalam kamar, dan orang itu-entah tuan atau nyonya pasti tidak sedang tidur" Kuro menekan nekan jari telunjuknya yang kotor dan berdarah.
"tapi, tapi" kata Mochi "kenapa tidak membukakan pintu untukku, ini aneh. Apa Mungkin tuan Mio sedang tidak mau diganggu ya?, ah tidak , tidak mungkin. setidaknya dia bisa berkata 'Saya sedang sibuk' atau apalah. (Mochi diam sejenak) Kuro, entah kenapa perasaan ku benar benar tidak enak".

sdh cpe...!!!
Kembali Ke Atas Go down
Guest
Tamu



PostSubyek: Re: X File Mio Murder Case   Tue Dec 28, 2010 3:20 pm

O.K...Ijin Nyimak...!!! kira2 setengah sampai 1 jam lah...!!!
Kembali Ke Atas Go down
Guest
Tamu



PostSubyek: Re: X File Mio Murder Case   Tue Dec 28, 2010 4:06 pm

Silahkan :siul:
Kembali Ke Atas Go down
Guest
Tamu



PostSubyek: Re: X File Mio Murder Case   Tue Dec 28, 2010 4:08 pm

Pusing :bingung:
Kembali Ke Atas Go down
Guest
Tamu



PostSubyek: Re: X File Mio Murder Case   Wed Dec 29, 2010 6:20 pm

Menurutku pelakunya adalah Mochi karena dia yang mengantarkan kopi ke tuan Mio ,bisa saja dia memasukan obat bius lalumenancapkan pisau ke tuan Mio
Kembali Ke Atas Go down
Guest
Tamu



PostSubyek: Re: X File Mio Murder Case   Wed Dec 29, 2010 6:46 pm

mw tanya kasus 6bulan lalu sama pembunuhan mio hubungannya apa ya? :bingung:

coba ngasal pelakunya akemi istri korban sendiri . . .!
Kembali Ke Atas Go down
Guest
Tamu



PostSubyek: Re: X File Mio Murder Case   Wed Dec 29, 2010 9:49 pm

Lord : Jawaban di sertakan analisis,lagi pula sory jawabanmu masih jauh dari kebenaran

Alan : Terjadi kasus pembunuhan yang sama persis pada pembunuhan kali ini,korban tertusuk pisau di dada dimana itu merupakan pembunuhan di ruangan tertutup,maaf jawaban harus di sertakan analisis
Kembali Ke Atas Go down
Guest
Tamu



PostSubyek: Re: X File Mio Murder Case   Wed Dec 29, 2010 11:32 pm

kayaknya pernah baca case yg mirip banget ma case ni deh, nama orang2nya jg mirip, dimana ya? :nunduk:

pembunuh Akemi adlh Mio, tapi kemudian Mio dibunuh oleh Mochi
Kembali Ke Atas Go down
Guest
Tamu



PostSubyek: Re: X File Mio Murder Case   Wed Dec 29, 2010 11:35 pm

Analisisnya gan :1 malam: oya dimana, minta linknya klw ada :kakaka:
Kembali Ke Atas Go down
Guest
Tamu



PostSubyek: Re: X File Mio Murder Case   Thu Dec 30, 2010 12:11 am

:mikir: klo gt cuma sama kejadian nya aja ya . . .
korban 6bln lalu sama sekarang ga ada hubunganya . . .

klo gt pelakunya akemi istri korban,setelah membunuh mio dy membius dirinya sendiri untuk melepaskan ciri dari kecurigaan. dan saat mayat ditemukan pasti semua tertuju pada mayat dan tidak begitu memperhatikan akemi..dan tanda panah itu bukan arah keluar jendela tapi menunjuk ke akemi sendiri yang tertidur disamping korban,,akemi mengira korban sudah benar benar mati,padahal di detik-detik kematianya korban msh sempat mlakukan sesuatu....dan yg kuro liat membuang air dr jndla itu akemi yg membuang sisa obat bius nya...


itu analisa simple... :nunduk: msh nubi
Kembali Ke Atas Go down
Guest
Tamu



PostSubyek: Re: X File Mio Murder Case   Thu Dec 30, 2010 1:16 am

Sugeeeeeee ! :kagum: panjang amat case nya..

bikin saya :pusing:
Kembali Ke Atas Go down
Guest
Tamu



PostSubyek: Re: X File Mio Murder Case   Thu Dec 30, 2010 10:46 am

Panjang kali... Kayak novel... :swt:
Kembali Ke Atas Go down
Guest
Tamu



PostSubyek: Re: X File Mio Murder Case   Fri Jan 07, 2011 7:15 am

e salah baca trnyata akemi kgk mati. ahahahah

akemi minum obat bius dg sendirnya, pembunuh marpel adlh mio dan pembunuh mio adlh mochi.


:peace:
Kembali Ke Atas Go down
Guest
Tamu



PostSubyek: Re: X File Mio Murder Case   Fri Jan 07, 2011 9:47 am

Sory jawaban harus di sertakan analisis,thanks..
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: X File Mio Murder Case   Today at 1:34 am

Kembali Ke Atas Go down
 
X File Mio Murder Case
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
DETECTIVES SCHOOL OF INDONESIA :: DSI Locker :: Trash Bin-
Navigasi: